Selasa, 25 Oktober 2016

Rania Qureshi Ditantang Memilih Pakaian untuk Mempelai Muslim yang Berhijab

Tags

Jakarta - Rania Qureshi menggambarkan perempuan berhijab nan berbuat selaku konsultan pakaian fesyen kemantin lubuk Kanada. Berkah kemampuannya paham memilihkan pakaian fantasi karet jago mempelai, perempuan 31 warsa ini dipercaya selaku host kesibukan reality 'Say Yes To The Dress Canada' mulai 2015 lampau.

Profesi nan sudah sudah dijalaninya kian dari 15 warsa membuatnya menguasai seluk-beluk pabrik bridal. Sertamerta segala segala sesuatu pun tantangan nan acap dihadapinya masa bergerak demi konsultan pakaian raja sehari?
Rania Qureshi

Wolipop berpeluang bagi menunaikan interviu melantas bersama Rania tempat rancangan International Islamic Fair 2016 pada JIExpo Kemayoran, Jakarta Kunci, taulan terus. Menjumpai Wolipop, Rania menganggap nan sebagai tantangan baginya melahirkan memilihkan rok kemantin mau perempuan mukminat nan akan menikah.

"Tantangan terbesarku waktu terselip peserta merapulai muslimah nan melihatku dari televisi. Mereka kelihatan bersama memangkalkan kepercayaan kepadaku terhadap memilihkan baju mempelai impiannya. Itu amat berat sebab pada Kanada, seluruh rok mempelai lazimnya minus tangan pada pungkur nan celangap bersama sonder leher baju," celoteh mandeh kembar bujang itu.

Urusan tercantum merupakan tantangan nan nyaris setiap musim dihadapinya. Menurut memadamkan keadaan itu, sedapat boleh oke doi berkarya mencantumkan membuatkan tangan jauh nan regular terlihat jelita momen dipakai. Beruntungnya, buatan aktivitas kerasnya dihargai. Belum pernah terselip aspiran raja sehari muslimah nan frustrasi atas buatan kerjanya.
"Hal prima era terdapat kadet merapulai nan menjeru kepadaku ialah menyoalkan apa nan diinginkan ketika membubuhkan baju pernikahan? Apakah dia kepingin merasa jelita, sophisticated, alias seolah-olah puteri? Sebelum itu yaitu tantanganku buat melancarkan rok raja sehari nan terselimuti lalu mampu dipakai sama magang pengantin muslimah," jelas perempuan nan berhijab mulai 2011 itu.
Demi perempuan berhijab seorang diri, dia tak merasa penyakit berbobot berbusana. Perempuan kelahiran Pakistan itu merasa berlega hati oleh lagi kuasa mengulak busana nan 'muslimah friendly' dekat Kanada.

"Untuk busana mukminat sanda tiada kesesekan membelinya. Pol toko-toko pada situ nan memiliki seleksi kepada perempuan mukminat, jadi gua tiada wajib melapisi pakaianku. Fashion pada senun saja tercantol kepada nafsu makan tiap-tiap. Ambo sorangan kian girang membubuhkan dress maupun jubah berjarak seraya jegging," paparnya.

Kesempatan ditanya berhubungan tenaga berbusananya, perempuan nan tinggi pada Qatar lagi Amerika Serikat Dagang ini tiada memiliki preferensi kekuatan khas. Sira makin puas memakai apa nan sip untuknya. Teristimewa dalam dunia proyek kewajiban, Rania enggak mencari akal bakal maju menjendul serupa mencuri atensi, lamun bertambah menyatu lewat rekan kerjanya.

"Aku hendak mengupak klise perempuan berhijab dengan memakai busana nan mantap santun hormat, terselubung, walakin konstan chic dengan senang," tutupnya.
(Sumber:


EmoticonEmoticon