Kamis, 20 Juli 2017

Batik Hokokai- Akulturasi Jawa dan Jepang di media Batik

Batik Hokokai merupakan salah satu bukti bahwa sejarah panjang Indonesia banyak dipenuhi dengan bertemunya kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan-kebudayaan bangsa lain. Pertukaran antar budaya intu dapat memberikan pengaruh yang membekas dalam kehidupan masyarakat yang akan masih melekat bahkan lama jauh setela proses pertukaran budaya itu terjadi.
Mulai dari pertukaran dengan bangsa Tiongkok, India, Melayu, Mongol, sampai dengan datangnya bangsa colonial dari Belanda dan Jepang meninggalkan jejak-jejak yang masih tertinggal dalam di Indonesia. Bahasa, kesenian, dan kerajinan tangan seperti keramik dan lukisan. Semua itu menunjukkan khazanah Indonesia yang selalu  berkembang setiap waktu.
Batik yang menjadi salah satu Icon kebudyaan Jawa dari dulu tidak lepas dari pengaruh ini. Masuknya Jepang ke Indonesia pada Era Perang dunia kedua walaupun memberikan ingatan buruk tetap memberikan masukan baru pada perkembangan dunia Batik Nusantara. 
foto:http://www.tribaltrappings.com/TIJ104.php
Batik Hokokai sendiri termasuk motif batik yang baru-baru ini hadir. Berbeda dengan motif yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun muncul, Batik Hokokai pertama kali hadir dan diperkenalkan pada tahun 1944-1945 di daerah Pekalongan, tahun dimana Jepang masuk dan menguasai sebagian besar pulau Jawa. Asal mula batik ini muncul awalnya dibuat oleh pengrajin-pengrajin batik di Pekalongan untuk diberikan sebagai hadiah kepada Pejabat-Pejabat Jepang yang duduk di pemerintahan dan Militer.
Kalau kita perhatikan baik-baik, sedikit berbeda dengan motif batik yang lebih dulu muncul sebelumnya, motif Batik Hokokai jauh lebih berwarna dengan nuansa Floral dan Kupu-kupu. Pada motif Batik Hokokai kita bisa melihat ada bemacam-macam bunga. Mulai dari Dahlia, Krisantenum, Sakura, dan Anggrek.
Kenapa motif ini dipilih? Motif ini disesusaikan dengan kesukaan orang Jepang. Kalau Pembaca familiar dengan Kimono, kain ini memiliki banyak varian dan motif, salah satu motif yang banyak ditemukan adalah motif bunga dan floral. Hal ini lah yang kemudian disadari oleh para Pengrajin. Pengrajin mencoba untuk menerapkan motif-motif serupa kimono itu dalam motif batik agar para Tentara Jepang tertarik dan mau membeli batik produksi mereka ini.
Keberanian menampilkan motif batik dengan konsep berwarna-warni cukup mendobrak stigma batik yang awalnya hanya muncul dengan variasi warna yang tidak terlalu banyak dan cenderung hadir dengan nuansa gelap, Hokokai muncul dengan nafas baru di dunia perbatikan. Suatu inovasi yang memberikan nuansa baru pada perkembangan batik tanah air.
Selain variasi motif yang semakin luas, pembuatan batik Hokokai juga memberikan dampak positif pada perkembangan teknik pembuatan batik di pulau Jawa. Motif Hokokai merupakan sebuah motif batik dengan kesulitan jauh lebih tinggi dari batik yang biasanya mereka produksi. Kerumitan motif, dekorasi yang detail dan sangat banyak, warna yang bervariasi, semua itu berakumulasi membuat waktu pembuatan pun jadi membengkak. Pembuatan batik ini bisa mencapai satu hingga dua tahun. Waktu yang sangat lama.
Kerumitan dan kompleksitas produksi batik ini tetap dipertahankan walaupun tantara Jepang sudah keluar dari tanah Indonesia. Pengrajin-pengrajin kini memiliki skill yang meningkat dengan variasi-variasi serta permainan warna yang jauh lebih meningkat dari sebelum Tentara Jepang hadir di Indonesia.
Begitulah pembaca, walau pendudukan Jepang di Indonesia memberikan banyak cerita dan kenangan buruk,  di balik itu semua muncul beberapa buah-buah manis positif yang masih bisa dinikmati dan dikembangkan sampai saat ini. Salah satunya ialah batik Hokokai ini. Sebuah batik luar biasa dengan cerita perkembangan dalam yang menjadi warisan budaya yang terus dicintai hingga saat ini.

Sabtu, 17 Juni 2017

Kue Kering Penting Saat Lebaran




Lebaran ialah hal yang sangat dirindukan bagi banyak umat muslim di dunia. Lebaran menjadi momen yang menyimpan banyak nilai dan makna yang sulit bila digambarkan dengan kata. Lebaran, ialah hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal. Disamping sebagai momentum yang memiliki nilai penting dilihat dari kacamata keagamaan, lebaran menjadi saat dimana banyak nilai kemanusiaan terbentuk. Salah satu hal yang tak bisa dipisahkan dengan momen Idul Fitri itu ialah sambutan tinggi yang menandakan atusias banyak orang Islam yang menyambutnya. Begitu banyak persiapan yang dilakukan oleh umat Islam terutama kaum Ibu. Dimana diantara salah satu persiapan nya ialah menyiapkan kue kering khusus lebaran.

Kue kering merupakan salah satu makanan yang sangat khas dan identik dengan perayaan hari raya Idul Fitri. Kue kering bahkan menjadi salah satu makanan wajib yang harus ada disetiap rumah Umat Muslim yang merayakan hari raya tersebut. Walau terlihat sepele, keberadaan kue kering di tengah momen hari raya Idul Fitri memiliki kedudukan yang penting. Kue kering merupakan tanda sambutan bagi panjangnya shilaturrahmi, karena dengan sajian kue kering para tamu yang datang untuk menyambung tali shilaturrahmi menjadi lebih berkesan. Selanjutnya kue kering menjadi hidangan yang akan menambah hangatnya suasana berkumpul dengan keluarga. Oleh karena itu banyak ibu yang mempersiapkan kue kering lebaran jauh-jauh hari. Akan tetapi bila anda memiliki kesibukan tinggi, anda bisa memanfaatkan adanya fasilitas jual kue kering lebaran yang diadakan oleh blanja.com
Blanja.com sendiri merupakan salah satu website yang menyediakan banyak sekali kebutuhan pribadi dan rumah tangga. Dengan adanya sistem online tentu saja akan semakin memudahkan bagi siapa saja yang ingin memenuhi kebutuhannya, termasuk salah satunya ialah kebutuhan akan kue kering lebaran. Blanja.com menyediakan jual kue kering lebaran dengan menjajakan banyak sekali pilihan kue kering lebaran yang bisa anda nikmati dan dipastikan sajian kue kering lebaran yang disediakan merupakan kue kering lebaran yang sangat lezat dan berkualitas, dan yang terpenting merupakan makanan yang terjamin kehalalannya.

Selasa, 06 Juni 2017

Cara Merawat Kemeja Batik yang Benar Agar Tetap Awet



Jual kemeja batik - Batik sudah menjadi fashion style mayoritas orang Indonesia. Tidak sedikit pula orang yang mengkoleksi baju motif batik. Batik memang cocok digunakan untuk segala suasana. Baik itu untuk fashion sehari-hari, ke kantor, hangout, hingga acara formal lainnya.
Salah satu desain baju batik yang populer adalah kemeja. Nah, jika Anda memiliki koleksi baju batik dengan model kemeja, ada baiknya menyimak informasi kali ini. Kami akan membagikan tips merawat kemeja batik yang benar agar tetap awet.

1.      Cuci manual dengan tangan
Mesin cuci memang memudahkan kita untuk mencuci pakaian. Namun cara mencuci kemeja batik yang benar adalah dengan menggunakan tangan. Kita tidak disarankan menggunakan mesin cuci. Mesin cuci justru dapat merusak serat kain, sehingga baju tidak akan awet. Seperti misalnya jahitan yang rusak, tekstur kain menjadi kasar, dan warna memudar. Selain itu  kucek seperlunya saja, jangan mengucek dengan kasar apalagi menyikat kain.

2.      Gunakan shampoo dan alami
Warna dan bahan kain batik lebih sensitif dibanding jenis lainnya. Sehingga membutuhkan perawatan yang ekstra. Saat mencuci kemeja batik, gunakan deterjen yang ramah dan alami. Hal ini dikarenakan bahan deterjen baju biasanya mengandung bahan yang cepat merusak batik.
Sebagai pengganti deterjen, kita bisa menggunakan shampoo, sabun atau sabun khusus batik yang bahannya lebih ramah. Jika ingin lebih alami bisa menggunakan air hangat dan jeruk nipis atau lemon.

3.      Jemur di tempat sejuk
Agar warna kemeja batik kesayangan tidak cepat memudar, jemur di tempat yang tepat. Sebaiknya jemur di tempat yang sejuk dan hindari sinar matahari yang terik. Sinar matahari dapat merusak kualitas baju batik kita. Sebenarnya mengeringkan baju batik cukup dianginkan saja.
Kemudian segera angkat baju dari jemuran jika sudah kering. Menjemur batik terlalu lama juga bisa menyebabkan warna kain cepat memudar.
4.      Setrika dengan benar
Setelah mencuci baju berbahan batik, pasti mudah kusut dan tidak rapi. Kita harus menyetrika baju kesayangan tersebut dengan benar. Cara menyetrika kemeja batik yang benar adalah dengan melapisi dengan kain lain. Letakkan baju diatas tempat setrika lalu lapisi dengan kain lainnya, lalu setrika hingga rapi.

5.      Gunakan kamper alami
Saat menyimpan kemeja batik di lemari, tidak jarang jika kita meletakkan wewangian atau kamper. Hal ini kita lakukan agar baju tetap wangi dan terhindar dari serangga. Sebaiknya letakkan kamper alami seperti merica, kayu cendana dan lain sebagainya. Kamper buatan atau kapur barus justru dapat merusak kain batik.
Kain batik akan mudah menjamur dan tidak awet.
Silahkan mencoba beberapa tips diatas, agar kemeja batik Anda tetap awet. Dengan tips diatas, baju batik akan tetap terlihat baru. Sehingga kita tetap merasa nyaman saat memakainya.

META
Judul                     : Cara Merawat Kemeja Batik yang Benar Agar Tetap Awet
Deskripsi            : jika Anda memiliki koleksi baju batik dengan model kemeja, ada baiknya menyimak informasi kali ini. Kami akan membagikan tips merawat kemeja batik yang benar agar tetap awet.
Keyword             :kemeja batik